Wednesday, May 2, 2012

Statistik Parametrik vs Statistik Non-Parametrik

Berdasarkan jenisnya, secara umum statistik dibagi menjadi statistik parametrik dan statistik non-parametrik.

STATISTIK PARAMETRIK
Statistik Parametrik, yaitu ilmu statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data, yaitu apakah data menyebar secara normal atau tidak. Dengan kata lain, data yang akan dianalisis menggunakan statistik parametrik harus memenuhi asumsi normalitas. Pada umumnya, jika data tidak menyebar normal, maka data seharusnya dikerjakan dengan metode statistik non-parametrik, atau setidak-tidaknya dilakukan transformasi terlebih dahulu agar data mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dengan statistik parametrik. 

Contoh metode statistik parametrik :
a. Uji-z (1 atau 2 sampel)
b. Uji-t (1 atau 2 sampel)
c. Korelasi pearson,
d. Perancangan percobaan (one or two-way anova parametrik), dll.

Ciri-ciri statistik parametrik :
- Data dengan skala interval dan rasio
- Data menyebar/berdistribusi normal

Keunggulan dan kelemahan statistik parametrik
Keunggulan :
1. Syarat syarat parameter dari suatu populasi yang menjadi sampel biasanya tidak diuji dan dianggap memenuhi syarat, pengukuran terhadap data dilakukan dengan kuat.
2. Observasi bebas satu sama lain dan ditarik dari populasi yang berdistribusi normal serta memiliki varian yang homogen.
Kelemahan :
1. Populasi harus memiliki varian yang sama.
2. Variabel-variabel yang diteliti harus dapat diukur setidaknya dalam skala interval.
3. Dalam analisis varian ditambahkan persyaratan rata-rata dari populasi harus normal dan bervarian sama, dan harus merupakan kombinasi linear dari efek-efek yang ditimbulkan.

STATISTIK NON-PARAMETRIK
Statistik Non-Parametrik, yaitu statistik bebas sebaran (tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Selain itu, statistik non-parametrik biasanya menggunakan skala pengukuran sosial, yakni nominal dan ordinal yang umumnya tidak berdistribusi normal.

Contoh metode statistik non-parametrik :
a. Uji tanda (sign test)
b. Rank sum test (wilcoxon)
c. Rank correlation test (spearman)
d. Fisher probability exact test.
e. Chi-square test, dll

Ciri-ciri statistik non-parametrik :
- Data tidak berdistribusi normal
- Umumnya data berskala nominal dan ordinal
- Umumnya dilakukan pada penelitian sosial
- Umumnya jumlah sampel kecil 

Keunggulan dan kelemahan statistik non-parametrik : 
Keunggulan :
1. Tidak membutuhkan asumsi normalitas.
2. Secara umum metode statistik non-parametrik lebih mudah dikerjakan dan lebih mudah dimengerti jika dibandingkan dengan statistik parametrik  karena ststistika non-parametrik tidak membutuhkan perhitungan matematik yang rumit seperti halnya statistik parametrik.
3. Statistik non-parametrik dapat digantikan data numerik (nominal) dengan jenjang (ordinal).
4. Kadang-kadang pada statistik non-parametrik tidak dibutuhkan urutan atau jenjang secara formal karena sering dijumpai hasil pengamatan yang dinyatakan dalam data kualitatif.
5. Pengujian hipotesis pada statistik non-parametrik dilakukan secara langsung pada pengamatan yang nyata.
6. Walaupun pada statistik non-parametrik tidak terikat pada distribusi normal populasi, tetapi dapat digunakan pada populasi berdistribusi normal.
Kelemahan :
1. Statistik non-parametrik terkadang mengabaikan beberapa informasi tertentu.
2. Hasil pengujian hipotesis dengan statistik non-parametrik tidak setajam statistik parametrik.
3. Hasil statistik non-parametrik tidak dapat diekstrapolasikan ke populasi studi seperti pada statistik parametrik. Hal ini dikarenakan statistik non-parametrik mendekati eksperimen dengan sampel kecil dan umumnya membandingkan dua kelompok tertentu. (Khairul Amal)


27 comments:

nisa said...

tanya Mas Tommy, kalo misalnya, samplenya dipilih secara nonrandom, jumlahnya 20 ( 10 ekps, 10 kontrol ), ada pre dan post test, ingin mengetahui efektivitas, kayak gitu, termasuk non parametrik kah??atau tetap parametrik?terus analisis datanya independent t-test??terima kasih Mas Tommy...

Tommy Jomecho said...

maaf baru balas nisa..
Jumlah sampel yg sedikit sgt tdk memungkinkan utk menyebar secara normal, selain itu juga bukan merupakan probability sampling, jadi dapat disimpulkan kita menggunakan statistik non-parametrik. Iya, untuk analisis data bisa jg menggunakan uji independensi t-test (uji beda).

herlinalin said...

1. Manakah yang lebih tinggi tingkat kemandiri antara laki-laki di desa, kota dan pelosok, Ada lima puluh subjek...pakenya apa ya? one way anova?

Tommy Jomecho said...

Maaf baru direspon herlinalin
Iya, bisa menggunakan one way anova > untuk melihat perbedaan rata2 dari dua populasi atau lebih. dalam kasus kamu ada 3 populasi.

cassava nainggolan said...

analisis yang digunakan untuk masalah ini apa mas?
1.bagaimana pengaruh jarak lokasi dan kondisi lahan terhadap biaya produksi?
2.bagaimana pengaruh serangan penyakit terhadap produksi?
make apa ya mas, metodenya..

Tommy Jomecho said...

pagi mas cassava

Dilihat dari variabel dependent dan independent yang anda sebutkan di atas, penelitian anda masuk ke jenis penelitian parametrik. untuk analisis yang bisa digunakan pada kasus anda adalah analisis regresi linier berganda.

Anonymous said...

mas saya mau nanya,
mungkinkah dalam suatu penelitian menggunakan parametik dan non paramatik dengan sampel yang berbeda dan dengan analisis data menggunakan uji t ?

Tommy Jomecho said...

jika sampel berbeda yang dimaksud berasal dari populasi dgn karakter yg berbeda pula (parametrik vs non-parametrik) maka sangat memungkinkan untuk menggunakan 2 analisis yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik dr populasi tsb. Sedangkan uji t yang anda maksud bisa digunakan sesuai dgn karakter populasi yang ada (parametrik).

fatmi rahmita said...

mas, mau nanya
kalo misalnya dalam penelitian saya akan membandingkan 2 sistem tanam berdasarkan pendapatan dengan jumlah sampel tiap sistem sebanyak 50.
itu bisa pakai anova atau uji z ya?

Tommy Jomecho said...

@fatmi : bisa pakai uji beda rata2 untuk dua populasi berbeda dgn anova

Elisabet Hutahaean said...

thanks infonya ya mas. Aku baru pelajar statistik pemula. "Sebaran data normal" itu maksudnya apa ya mas?

ardhi bukan ardy said...

mas tom mw tanya nih.. penelitian saya ingin membandingkan 3 metode dalam analisa kinerja saham,dan saya ingin tau apakah ke tiga motode yang saya gunakan terdapat perbedaan scara signifikan atau tidak.., data menggunakan harga historis slama 3 tahun. yg saya bingung itukan data bersifat nominal apakah perlu melewati uji normalitas seblum saya masuk menggunakan kruskal wallis? atw ada saran metode statistika yg pas untuk saya gunakan. terimakasih sebelumnya

annisaaulia said...

mas cara mengetahui suatu data itu memiliki sebaran normal atau tidak bagaimana ya?

Anonymous said...

mas,saya misalnya tekhnik sampling yang kita pakai itu non probability(purposive sampling)apakah saya bisa pake analisa data dengan menggunakan regresi sederhana??judul penelitian saya pengaruh pendekatan family centered care terhadap kepuasan kerja perawat
terima kasih

Anonymous said...

mas tomy, saya mau nanya, apbila data penelitian saya tidak normal, terus memakai non-parametrik, kira-kira kelemahan yang paling menjatuhkan apa? makasih yah

Anonymous said...

Mas mau nanya kalo untuk data dari statistik nonparametrik apakah bisa menggunakan angket seperti pada statistik parametrik

Anonymous said...

mas mau nanya, kalau saya ingin membandingkan 3 kelompok, tetapi tiap kelompok memiliki jumlah partisipan yang berbeda. itu saya pake teknik statistik apa ya mas? terima kasih

-tika-

Anonymous said...

Mas saya mau tanya kalau saya ingin menguji pengaruh x1 dan x2 terhadap y tetapi sampelnya kurang dari 30, pengujian hipotesisnya memakai apa ya?

Novalia Gultom said...


mau tanya donk seputar ujiu normalitas di SPSS.

kalau uji normalitas menggunakan KOLMOGOROV SMIRNOV jumlah sampelnya harus berapa yah? dan SHAPIRO WILK jumlah sampelnya harus berapa?

harap balasannya ya .. terimakasih banyak:

Ns. Nike Puspita Alwi, S.kep said...

maaf pak, klo boleh aq mau minta referensi sumbernya donk pak. Terimakasih pak

Anonymous said...

mas saya kan mengerjakan skripsi menggunakan uji parametrik tapi setelah jadi ternyata datanya tidak terdistribusi normal trus bagaimana mas?? apa saya harus menggunakan uji non parametrik?? kalau pakai non parametrik apakah saya harus merubah semua pada bab 1 nya yang membahas metode penelitiannya??
mohon dibalas segera

Anonymous said...

mf .. sulis mau tnya.. lok sya ingn mnguji pngruh 2 variabel yg berbda kira2 pke uji sttistik yg mn?

edo doe said...

mas mau tanya bedanya penelitian cross sectional sama cohort apa ya?

Harum Alia said...

mas mau tanya kl dari komentar yg diatas katanya kl kurang dari 30 pake non parametrik, tapi kok masnya nganjurin pke independent tes t..itu bukannya termasuk yg parametrik y? mohon di jawab

Agnia said...

mas..kl jml sample 29, apakah bs diasumsikan bhw data tdk berdistribusi normal (nonparametrik)? krna dr bku spss yg sya bca jmlh sample min utk uji normalitas berjml 30, bnr tdk?
ttp sya jg menggunakan t-test utk hasil analisnya..yg berarti trmsuk parametrik..itu gmn mas? mohon penjelasannya..trimakasih

Tety Haryanti said...

Assalamualikum, apakah keduanya dapat digunakan secara bersamaan dalam menguji variabel? karena penelitian saya menggunakan pendekatan DEA (non parametrik) dan pendekatan SFA (Parametrik), mohon dibantu yah :) terima kasih...

garitan said...

terima kasih postingannya.....

Post a Comment

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------